PT Kahatex Nyatakan Air Limbahnya Tak Bermasalah

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang,- Limbah cair PT Kahatex yang akhir- akhir ini jadi viral karena di duga mencemari area yang dilalui limbah dari perusahaan itu ternyata dibantah oleh manajemen perushaan textil berskala besar itu.

Menurut PT Kahatex yang diwakili Kepala Bagian Industri Pengolahan Air Limbah (IPAL) Deni Cahyadi kepada koransinarpagijuara.com mengatakan,

“Gambaran di video yang menayangkan shoting gambar yang berada di sungai Cikijing sebagai out pool dari pembuangan limbah cair PT Kahatex yang air nya tampak hitam itu, mestinya air itu di ambil pake gelas yang bening sebagai sample karena jika air di sungai itu diambil maka warnanya tidak sehitam saat berada di sungai”, ujar Deny di kantornya, Kamis, (19/04/18).

Dikatakannya lagi warna hitam air itu berasal dari warna dasar sungai yang memang sudah hitam sementara air limbah jika di ambil tampak jernih, terang nya.

“Pengolahan limbah di PT. Kahatex sudah melalui beberapa tahapan dan proses akhir air limbah itu sudah sesuai dengan standar baku mutu dari Kementrian Lingkungan Hidup,” ujar Deni lagi.

Menurut Deni di bulan Januari saja ada audit yang dilakukan oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan hasillnya tidak bermasalah,

“Di bulan Januari tahun ini saja kami sudah di audit oleh Kementrian LH selama satu minggu dan hasil nya tidak bermasalah dan di bulan Pebruari pun kami di datangi dari Polda Jabar hasil nya pun sama”, ujar Deni lagi.

Maka dengan kenyataan itu Deni menganggap pengolahan limbah diperusahaanya sudah sesuai dengan regulasi pemeintah.

“Regulasi pemerintah itu diantaranya Peraturan Mentri LH Nomor 5 tahun 2014 dan juga SK Gubernur Nomor 6 tahun 1999”, ungkap Deni.

Sementara itu Manajer Umum PT. Kahatex Luddy Sutedja berharap, PT.Kahatex agar diperlakukan secara adil, jika ada temuan mestinya ada konfirmasi terlebih dahulu agar pemberitaan dapat berimbang, harap Luddy.

Dikatakannya lagi seperti ada video yang sekarang mejadi viral terkait limbah PT.Kahatex yang di shooting di outpool (keluaran IPAL) limbah di Sungai Cikijing, tapi disayangkanya hal itu tidak ada konfrmasi terlebih dahulu.

“Hasil shooting itu mestinya ada konfirmasi ke kami hingga masyarakat tidak mendapat informasi yang sepihak hingga ujung nya tidak terjadi dugaan yang salah”, ujar Luddy.

Kahatex dikatakan Luddy lagi , setiap hari buang limbah yang sudah diolah ke sungai benar, di sungai terlihat hitam itu benar namun untuk melihat warna bukan cara seperti itu tetapi harus diambil melalui gelas ukur dan diangkat pembuktianya harus melalui laboratorium terakreditasi terlebih dahulu, pungkasnya.

(98)