Tindakan Kepala UPT Pariwisata Cabang Pamengpeuk Dinilai Salah Kaprah

Pewarta: Heryawan

Koran SINAR PAGI, Garut,– Sejumlah Tokoh Masyarakat, Wisatawan dan pedagang yang ada dilokasi objek wisata pantai Sayang Heulang, Kecamatan Pameungpek, Kabupaten Garut, sesalkan tindakan yang dilakukan Kepala Unit Pelayanan Tehnis (UPT) Dinas Pariwisata Pameungpek, Ateng Jamaludin dalam pengangkatan sejumlah pegawai dan penjualan air mineral yang disertakan didalam tiket masuk tanpa payung hukum yang jelas.

Menurut Dede, Warga setempat, tindakan yang dilakukan Ateng salah kaprah tanpa dasar dan dinilai untuk kepentingan pribadi.

“Sejatinya dalam pengangkatan sejumlah pegawai harus melalui perintah Dinas dan dibekali Surat Tugas, ini semena mena. Sehingga menimbulkan kecemburuan sosial” Ungkap Dede.

Lebih lanjut Dede menyesalkan penjualan air mineral kepada pengunjung yang di include kan dengan tiket masuk.

“Ribuan botol air mineral terjual saat pengunjung membludak,praktik penjualan air mineral dipaksakan dengan tiket masuk yang tadi nya Rp.7500 menjadi Rp.10 ribu dengan sebotol air mineral, kan itu aneh. Tiket masuk yang berlandaskan Perda, menjadi cacat dengan penjualan paksa air mineral di tempat penjualan tiket. Ini harus di perjelas dan mendapat tindakan Pemda” Tegasnya.

Pantauan Koran SP di objek wisata Sayang Heulang pada musim liburan akhir tahun, Wisatawan cukup membludak. Salah seorang Wisatawan asal kota Karawang, Ardiansyah (40), membenarkan adanya penjualan air mineral yang disertakan dengan tiket.

“Kami beli Empat tiket masuk dengan harga Rp.40 ribu, dikasih empat botol air mineral jadi itunganya harga tiket Rp.10 ribu “Ujar Ardi.

Sementara itu, Kepala UPT, Ateng, belum dapat dikonfirmasi, ditemui di tempat kerjanya selalu sibuk, di hubungi via telepon tak pernah respon seolah menghindar.

Kepala Sub.Kepegawaian Dinas Pariwisata, Sopi, ketika di konfirmasi Koran SP diruang Kerjanya kemarin, Rabu (03/01), mengaku belum pernah mengeluarkan surat tugas apapun untuk pengangkatan pegawai di Sayang Heulang.

“Belum ada perintah untuk pembuatan Surat pengangkatan atau tugas dari kepala dinas untuk pegawai disana, lebih jelasnya bisa langsung koonfirmasi pak Kadis”, jelas Sopi.

Dilain pihak, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, Budi Gangan, membenarkan adanya penjualan Air mineral. Dikatakanya Kepada Koran SP,itu bukan kebijakan Dinas.

“Penjualan air mineral bukan kebijakan atau perintah Dinas, itu inisiatif kepala Upt dan masyarakat. Kami sudah tegaskan jangan sampai ada paksaan, apalagi disatukan dengan tiket masuk. Hasil dari penjualan air mineral untuk membayar upah petugas kebersihan, karena tidak ada biaya” Papar Budi.

Alih-alih berdasar musyawarah warga, serta untuk kepentingan warga, sejatinya ada kejelasan dan ketegasan dalam penegakan aturan. jangan sampai Sudah mahal tambah mahal, hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan.

(55)