Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo Ceramah di Depan Ribuan Mahasiswa dan Aktivis di Sukabumi

Pewarta : Sony Syahrani
Koran SINAR PAGI, Sukabumi

Pangima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberi orasi ilmiah di hadapan ribuan Mahasiswa UMMI, Aktivis Ormas FKPPI, Pemuda Pancsila, Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, dan Angkatan Muda Siliwangi di Gedung Anton Soejarwo Setukpa Lemdikpol Selasa (13/06).

Dalam orasinya, Gatot kembali menyoroti media sosial. Menurutnya, media sosial saat ini kembali menjadi penjajah gaya baru yang mayoritas penggunanya tidak merasa dijajah bahkan banyak yang menokohkan sebagai pahlawan.

“Media sosial menjadi ancaman dan merupakan salah satu bentuk penjajahan.Bahkan penjajahan ini sudah sampai ke dalam rumah tangga,” kata Gatot dalam orasi ilmiah tersebut.

Menurutnya, saat ini para pengguna media sosial tidak merasa dijajah oleh aplikasi ini bahkan rela mengeluarkan uang untuk penjajahnya seperti untuk membeli kuota internet. Selain itu, rata-rata para pengguna media sosial menghabiskan waktu selama 18 jam di dunia maya.

Selain itu pula, penjajahan gaya baru ini ternyata sudah masuk hingga ke keluarga sehingga komunikasi antar keluarga banyak dilakukan melalui dunia maya tanpa bertatap muka langsung.

Ironisnya walaupun pengguna media sosial tengah dijajah tetapi mereka malah menokohkan dan menjadikannya pahlawan, karena tidak bisa lepas pengaruhnya.

Lebih lanjut dijelaskannya,”Dengan media sosial banyak kasus yang diolah bahkan asingpun ikut campur, seperti salah satunya kasus penistaan agama,” tambah jenderal bintang empat ini.

Gatot mengatakan memang media sosial tidak selamanya negatif bagaimana setiap penggunanya memanfaatkan produk teknologi ini. Namun, bagi mereka yang sudah terjajah dengan media sosial bisa terlihat dalam perilakunya dalam berselancar di dunia maya.

Maka dari itu, kata Gatot, media sosial ini harus dimanfaatkan untuk menebar rasa kecintaan, persatuan dan kesatuan jangan sampai digunakan untuk menyebar kebencian.

(15)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *