PEMBANGUNAN PASAR PELITA KOTA SUKABUMI, LENYAPKAN Rp.8 MILIAR UANG HAK PARA PEDAGANG

Pewarta : Sony Syahrani
Koran SINAR PAGI, Sukabumi

Saru-satunya pasar milik Pemkot Sukabumi sebagai Pasar yang strategis dan lengkap kini menjadi tanah lapang yang tidak berfungsi karena gagal dalam pembangunan oleh PT. Anugerah Kencana Abadi (AKA), terpaksa masyarakat kota maupun kabupaten sukabumi dalam berbelanja kebutuhan kini tidak lagi di satu tempat. Tertundanya pembangunan pasar pelita selama beberapa tahun ini telah menelan kerugian berbagai pihak.

Asset Pemkot Sukabumi yaitu Pasar Pelita berdasarkan Badan Pertahanan Nasional Kotamadya Sukabumi, Sertifikat No : 10.12.04.04.5.00001. NIB : 10.23.04.00833. Nama pemegang Hak Pemerintah Kota Sukabumi dengan Luas Tanah 12.310 M, yang terletak di Kota Sukabumi Kecamatan Cikole Kelurahan Gunungparang.

Pembangunan Pasar Pelita atas kesepakatan antara Pemkot Sukabumi dengan PT AKA seperti tercantum dalam Akta Notaris Luciana Tirtaman SH, Nomor 43, yang berbunyi, bahwa (1) H. MOHAMAD MURAZ SH.MM bertindak atas nama Pemerintah Kota Sukabumi selanjutnya disebut pihak kesatu. (II) BENI BENYAMIN sebagai Dirut PT Anugerah Kencana Abadi (AKA) selanjutnya disebut pihak kedua, dalam perjanjian kerjasama memperhatikan terlebih dahulu ; 1.Surat Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi nomor : 510/784/Koperindag, tanggal 22-12-2014, Lalu 2. Keputusan DPRD Kota Sukabumi nomor : 4 Tahun 2015 tanggal 12-03-2015.
Disebutkan juga dalam Akta Notaris tersebut bahwa pasal 1 mengatakan (1), Pihak Kesatu Memberikan Hak Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Pelita milik Pemkot Sukabumi dan (2) Pihak Kedua Menerima Hak Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Pelita milik Pemkot Sukabumi,

Selanjutnya dalam Akta Notaris pada pasal 2 tujuan Perjanjian dan Kerjasama, dan BAB II Objek dan jangka waktu kerjasama, pasal 3 menerangkan bahwa pembangunan pasar pelita dibangun di atas lahan seluas 14.710 M, Poin (1). Seluas 12.310 M berasarkan Sertifikat Hak Pengelola Nomor 01 atas nama pihak kesatu, dan sesuai dengan gambar design dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini.

Tanah seluas 2.300 M merupakan trotoar yang ada di sekitar pasar pelita, dalam pasal 4 di poin (1) mengatakan Jangka Waktu Pembangunan Pasar Pelita adalah paling lama 30 Bulan terhitung sejak penandatanganan perjanjian ini, dalam poin (2) jangka waktu pembangunan termasuk kegiatan dari huruf a-h yaitu termasuk memasukkan PKL-PKL yang berada di ruas jalan : Jalan Perniagaan, Jalan Stasiun Barat, Jalan Stasiun Timur, Jalan Lettu Bakri, Jalan Harun Kabir, Jalan Pasar, Jalan Pasar Baru, Jalan Pasundan dan Gank Arab.

Menerangkan dalam Bab IV Nilai Investasi dan Jaminan pasal 7 Nilai Investasi Pihak Kedua atas Pembangunan Pasar Pelita sebesar Rp.390.000.000.000, Lalu pasal 8 (1) Fasilitas terbangun dalam kompleks Pasar Pelita sesuai dengan gambar design dan RAB . Juga disebutkan dalam pasal 15 Nomor 1 Pihak Kesatu dan Pihak Kedua membuat Tim Pengawasan Pembangunan untuk melakukan Pengawasan Pembangunan Pasar Pelita Kota Sukabumi yang dilakukan pihak kedua.

BAB IX PENGUNDURAN DIRI DAN PERSELISIHAN Pasal 17 Nomor 1. Apabila Pihak Kedua mengundurkan diri pada saat masa pembangunan, maka Pihak Kedua memberikan Jaminan Pelaksanaan dan menjadi milik Pihak Kesatu. Nomor 2 Apabila Pihak Kedua mengundurkan diri sebelum masa pengelolaan berakhir, Pihak Kedua Wajib mengembalikan Uang Penjualan HGP Kios, Los dan Konter kepad Pihak Kesatu.

Dalam pasal 18 Nomor 1 Pihak Kesatu dan Pihak Kedua telah sepakat untuk menyelesaikan ketentuan yang di atur dalam pasal 1266 dan pasal 1257 kitab undang-undang hukum perdata.

MOU Pembangunan Pasar Pelita antara PT.Anugerah Kencana Abadi (AKA), Nama : A.Sukiman Sugita Jabatan Direktur Utama di sebut sebagai Pihak Pertama dengan H.MOHAMAD MURAZ Walikota Sukabumi.
Pasal 2 status dari kedua belah pihak, Pihak Pertama sebagai Pemilik Proyek/Pemenang Tender dari Pemkot Sukabumi untuk Pembangunan dan Pengeloaan Pasar Pelita Kota Sukabumi yang diubah menjadi CENTRAL POINT SUKABUMI (project pola bangun serah/BOT) dengan nilai sebesar Rp.390.000.000.000,- Pajak dan pengeluaran lainnya dengan ketentuan :
1. 10% untuk tim yang mendapatkan proyek
2. 10% untuk tim managemen yang mengelola Pasar Pelita
3. Setelah dikurangkan Poin 1 dan 2 di atas, Pembagian untuk bagi hasil untuk para adalah sebagai berikut :
      – 40% dimiliki oleh Pihak Pertama
      – 60% dimiliki  oleh Pihak Kedua.

Pasal 5 Pemodal Pihak Kedua Menyetorkan dana yang ditempatkan di Bank Jabar Cabang Sukabumi sebesar Rp.25.000.000.000,- sebagai Jaminan Pembangunan berupa Deposito dan menyiapkan dana untuk Perizinan dan Operasional. Pihak Kedua menyiapkan dana yang ditempatkan yang di tunjuk secara bersama oleh Para Pihak. Pihak Kedua menyediakan dana dan pelaksanakan Pembangunan pada Pihak Pertama sampai selesai pembangunan. Pihak Pertama menyelesaikan Perizinan yang dibtuhkan dalam jangka waktu 7 hari kerja, dana tersebut sudah diterima di bank yang disepakati, Pengambilan dana dari hasil penjualan diprioritaskan sebagai pengambilan modal pihak kedua.

Pembuatan Akta Notaris Luciana Tirtaman SH di Kota Sukabumi di hadiri oleh :
1. H.Achmad Fahmi S.Ag.MM, Wakil Walikota Sukabumi
2. Dr.H.Muhamad Noor Hanafi Zain, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi
3. Ir.Irwan, dari PT.AKA
4. Sandra Gunawan, dari PT.AKA
Awalnya terlebih dahulu yaitu dalam Surat Keputuswan Walikota Sukabumi menerangkan Poin 1, Pembongkaran atau Penghapusan Pasar Pelita lama milik Pemerintah Pemkot Sukabumi No: 011/05/DPPKAD/2015.

Dalam penghapusan yang dimaksud menerangkan dan menimbang : a. Sehubungan telah terbitnya perjanjian kerja sama antara Pemerintah Kota Sukabumi dengan PT.Anugerah Kencana Abadi (AKA) perihal Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Pelita Kota Sukabumi, maka harus dihapuskan terhadap bangunan lama, b. Dimaksud pada huruf a Perlu ditetapkan Keputusan Walikota. Mengingat : 1. Perundang-undangan No 17 Tahun 1950 Dst. Menimbang : 1.Permendagri Nomor 17 Tahun 2007 Tentang pedoman teknis Pengelolaan Barang Milik Negara.
2. Surat hasil penafsiran Bangunan Gedung Pasar Pelita dari Dinas Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman Kota Sukabumi Nomor 644/46/Dtrpp; 3. Berita acara Panitia Penghapusan Barang Inventaris milik Pemkot Sukabumi Nomor 011/13/DPPKAD; 4. Surat Persetujuan Walikota Sukabumi Nomor 011/15/DPPKAD. Memutuskan :/ Menetapkan :/ KESATU, KEDUA dan KETIGA (penghapusan/Pemindah tanganan/ Hibah sebagaimana Diktum Pertama harus seijin Walikota, Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan di Sukabumi 27 April 2015 Walikota Sukabumi H.MOHAMAD MURAZ.

Dengan pembongkaran Pasar Pelita Lama milik Pemerintah Kota Sukabumi berdasarkan surat keterangan setoran yang di lakukan bendahara PT AKA ke Banki Jabar Cabang Sukabumi Nomor Buku Kas 6611. No Rekening :006041969002, Terima Uang Sebesar Rp.1.000.000.000,- dari Bendahara PT.AKA, Kode Rekening : 4.14.01.10, Uraian Rekening : Penjualan Bahan-Bahan Bangunan Eks Pasar Pelita. Jumlah Total Rp. 1.000.000.000,- Penyetor IRWAN pada tanggal 20 Agustus 2015.

Lalu dalam surat atau dokumen walikota, dalam berita acara serah terima pasar penampungan Nomor : SK2/1142/Koperindag. Bahwa pada tanggal 18 Agustus 2015 yang bernama H.Mohamad Muraz Walikota Sukabumi sebagai Pihak Pertama dan Beni Benyamin Dirut PT.AKA sebagai pihak kedua bahwa telah terealisasinya pasar penampungan sementara sebanyak 457 Kios, 221 Los, Kantor UPTD Pasar Pelita, Mushola, Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Dan di samping itu surat pengantar dari Dinas Koprasi, Perindustrian dan Perdagangan Nomor Surat : 870/541/Koperindag, yang ditujukan kepada PT.AKA bahwa isi surat berita acara serah terima Pasar Penampungan Eks pasar Pelita Kota Sukabumi Nomor : 511.2/1142/Koperindag tanggal 18 Agustus 2015 ditandatangani oleh Kepala Diskoperindag Drs. Ayep Supriyatna,MM Pembina Tingkat 1 Nip 196310081992091001.

Apa yang telah di bangun kerjasama antara PT.Aka dengan Pemkot Sukabumi ternyata gagal total, akhirnya lahan terbengkalai dan uang ratusan orang para pedagang untuk uang muka pengambilan kios hingga keseluruhan mencapai kurang lebih Rp.8 miliar dibawa kabur oleh PT.AKA, dan hingga sekarang tidak ada yang bertanggung jawab, akhirnya resah berkepanjangan, ketika para pedagang tersebut menanyakan pertanggungjawaban tentang PT.Aka kepada Pemkot Sukabumi. Tolong Bapak-bapak nu dibarendo perhatikan rakyat kecil  yang kehilangan haknya, kehilangan mata pencahariannya.

(363)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *