Disperindagpas Cibatu Bebas Dari Pemeriksaan Reguler

Pewarta : Agus Lukman
Koran Sinar Pagi, Garut

Kantor UPTD Disperidagpas Cibatu
Kantor UPTD Disperidagpas Cibatu

Dalam setiap tahun, kepada Dinas, Badan atau instansi dipastikan akan ada pemeriksaan reguler oleh Inspektorat, pasalnya mereka harus mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan yang sudah digunakan setiap tahunnya.

Namun hal itu tidak akan terjadi pada UPTD Disperindagpas, karena UPTD tersebut kini tak memiliki anggaran dan tidak pula mengelola restribusi pasar, setelah pihak Pemerintah Kabupaten melimpahkan pengelolaan pasar tradional kepada pengusaha.

Saat ini Pemkab Garut tengah merevitalisasi pasar tradional bekerjasama dengan pihak pengembang lewat system Build Operate And Tranfers (BOT), yaitu memberi keuntungan pada kedua belah pihak.

Dedi Kuswendi, Kepala UPTD Disperindagpas dan Pengelolaan Pasar Cibatu mengatakan, pasar tradional yang dikelolanya kini telah direvitalisasi dan selesai dalam dua tahun oleh pengembang PT.Trie Mukty, sehingga  kini UPTD yang dipimpinnya tidak diperiksa LPJ keuangan,“ Kami tidak mengelola lagi pasar tradisional Cibatu seperti biasa, karena setelah direvitalisasi oleh pengembang PT.Trie Mukty , sisyem pengelolaan dilakukan sepenuhnya oleh pengembang selama 25 tahun, karena dalam pembangunanya pasar menggunakan system BOT,” paparnya.

Dia menegaskan, kantornya kini tak lagi memiliki anggaran dari Pemkab. sehingga pihak inspektorat tak memeriksanya, tandas Dedi pada Koran sinar pagi di ruang kerjanya

Dedi mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, pasalnya di UPTD Disperindagpas Cibatu ada petugas lapangan yang dibagi menjadu lima bidang, namun karena tak memiliki anggaran, maka para petugas lapangan merogoh kocek sendiri untuk biaya operasionalnya.

Dedi menambahkan, pihaknya kini tengah mengajukan anggaran untuk petugas dilapangan, kepada dinas, agar para petugas lapangan diberikan dana operasional untuk melaksanakan tugasnya mendata sesuai yang fungsi dibidangnya masing-masing yang ada di Disperindagpas Kabuapten Garut, pungkas Dedi

(7)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *