Umroh Gratis Di Banyuasin Jadi Masalah AMB Datangi Kejari Banyuasin

Pewarta : Efri

AMB Demo di Kejari Banyuasin
AMB Demo di Kejari Banyuasin

Koran Sinar Pagi,Bayuasin

Lebih kurang sepuluh orang yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Banyuasin (AMB) menilai pelaksanaan umroh gratis yang dijalankan Pemkab Banyuasin tidak berjalan sebagaimana mestinya dan pelaksanaannyapun tidak transparan serta penuh dengan indikasi tindakan pungutan liar. Mahasiswa  mendesak Kejari Pangkalan Balai untuk mengusut tuntas indikasi penyimpangan tersebut.

Penuturan tersebut disampaikan para mahasiswa saat melakukan aksi ujur rasa di Kantor Kejari Pangkalan Balai Banyuasin, Rabu (4/5/2016). Pukul 11:30-12:00 Wib.

Koordonator AMB Peri Yanto dan Sugito menilai pelaksanaan Umroh Gratis Pemkab Banyuasin ini penuh dengan rekayasa, dimana orang-orang yang tidak memenuhi persyaratan untuk berangkat umroh secara gratis tetap di berangkatkan.
“Bukan berprestasi merupakan tolak ukur orang-orang yang diutamakan untuk berangkat umroh gratis, tapi kenyataannya peserta umroh yang berangkat orang-orang yang kredibiltasnya di pertanyakan. Bahkan ada orang luar Banyuasin yang ikut berangkat,”tegasnya.
Dari investagasi yang dilakukan AMB tegas Periyanto, pihaknya menemukan sejumlah indikasi penyimpangan yang dilakukan Kabag Kesra H Mastur terhadap program umroh Gratis ini. Adapun indikasi penyimpangan ini :

1.Kabag Kesra H Mastur sejak tahun 2016 dan 2016 ini,selalu berangkat Umroh bersama anak dan istri.
2. Peserta Umroh Gratis yang diberangkatkan oleh Pemkab Banyuasin hampir setiap tahun di dominasi para kepala KUA yang ada di Kabupaten Banyuasin. Mereka ini para mantan anak buah Mastur saat masih bertugas di Kemenag Banyuasin.

3.Verifikasi peserta umroh gratis yang diberangkatan tidak transparan karena kebanyakan yang berangkat adalah para pejabat dan  orang-orang yang mampu secara materi

4.Peserta Umroh yang berangkat terindikasi dipungut biaya Rp 2 juta-Rp 15 juta per orang. “Kami berharap Kejari Pangkalan Balai bisa mengusut secara tuntas persoalan ini,”tegasnya.
Sementata itu,Kasi Datun Zamzam Ihwan SH, yang menerima pengunjuk rasa berjanji akan melakukan telaah dan menindaklanjuti dengan memanggil pihak-pihak terkait.

Kami ucapkan terimakasi informasinya, Insyaallah lapor rekan-rekan akan kami tindaklanjuti,”tegasnya.
Untuk proses penanganan ini, terang Zamzam butuh proses karena pemanggilan biasanya makan waktu,yang bersangkutan akan dipanggil mungkin saat ini sedang tidak ditempat. Tapi secepatnya kami tindaklanjuti,”tegasnya.

(8)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *